Selasa, 22 November 2016

Terong di Rumah Perempuan Bercadar

  
ذالك أمرالله أنزله  إليكم " ومن يتق الله يكفرعنه سياته ويعظم له اجرا "                                                                

 

“ Itulah perintah Allah yang diturunkan-Nya kepadamu; barang siapa kepada Allah, niscaya Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipatgandakan pahala baginya.” (QS. at-Talaq: Ayat 5)
                Pada suatu hari ada seorang laki-laki ke masjid untuk beribadah. Dia sudah tidak punya apapun kecuali Allah. Cukup lama dia berdiam diri dimasjid sampai bertemu dengan seorang syaikh zuhud yang bertempat di masjid. Dia bermaksud untuk mengikuti jejak sang syaikh. Syaikh tersebut adalah seorang yang sangat zuhud. Beliau makan jika ada makanan. Jika tidak ada beliau berpuasa. Seorang laki-laki ini senang dengan ceramah-ceramah yang dibawakan oleh sang syaikh sampai dia bermaksud untuk mengikuti kezuhudan sang syaikh. Dan akhirnya dia tinggal di masjid. Dia mengikuti sang syaikh, buka puasa dengan kurma dan air putih begitupun saur, dia juga makan kurma dan air putih seadanya. Syaikh tersebut cukup kuat melakukan itu selama 3 hari bahkan lebih karena sudah terbiasa. Ketika sudah 3 hari seorang laki-laki tersebut sudah tiak kuat. Dia merasa lapar karena belum terbiasa dengan keadaan seperti itu. Dengan keadaan yang demikian itu setan pun mengelabui sang laki-laki, “sudah 3 hari kamu gak makan, halal bagimu untuk mencuri”. Sang laki-laki tersebut pun sadar bahwa itu perbuatan dosa tetapi setan terus mengelabuinya. Akhirnya dia tergoda dan pergi ke desa sekitar.
Didatangilah satu rumah, dia melihat seorang perempuan yang tidak memakai kerudung dan berpakaian kurang sopan. Dia sadar itu aurat dan tidak boleh melihatnya. Akhirnya dia pindah ke satu rumah lagi. Dan rumah tersebut kosong. Ini kesempatan untuk dia masuk kedalam rumah. Dilihatnya dapur sepi, dia langsung menuju sebuah panci dan melihat ada 2 terong. Dia sangat tergoda dengan terong tersebut dan mengambil 1 terong itu. Dia melihat sekitar masih sepi dan langsung menggigit terong tersebut. Belum sempat dia menelan dia sadar bahwa perbuatannya itu dosa dan Allah selalu melihat. Dia muntahkan lagi gigitan tersebut dan keluar dari rumah. Sang laki-laki sadar, ketika dia mengikuti perkataan setan dia telah melakukan 3 dosa yaitu masuk rumah tanpa izin, mengambil makanan, dan memakan makanan tersebut. Ketika dia telah sampai di masjid, dia melihat ada orang bercadar berbicara dengan syaikh. Perempuan itu bermaksud ingin memiliki pendamping lagi karena masa iddah dengan suami yang meninggalkannya telah habis. Sang syaikh pun langsung memanggil laki-laki tersebut. Dia ditanya apakah mau menikahi perempuan tersebut? Dia menjawab dia belum siap karena belum mempunyai uanguntuk menghidupi keluarganya nanti. Syaikh menjelaskan bahwa perempuan ini ditinggali harta dari suaminya, dan mereka bisa hidup dengan harta tersebut. Mendengar penjelasan syaikh tersebut, laki-laki itupun mau menikahi perempuan bercadar itu.
Syaikh langsung memanggil penghulu, wali, dan saksi, seketika itu juga mereka langsung dinikahkan. Kendi sang syaikh sebagai mahar. Alhamdulillah akad nikah berjalan dengan lancar dan syaikh pun langsung menyuruh laki-laki itu pergi dengan istrinya. Dia tidak lagi tinggal dengan syaikh. Ketika sampai rumah istrinya ia kaget bahwa rumahnya adalah rumah yang dia masuki tadi. Perempuan tersebut langsung mengajak suaminya ke dapur. Dia mendapati panci sudah terbuka dan ada ludah bekas gigitan terong. Sang suami meminta waktu untuk menjelaskan. Dia menjelaskan secara detail tentang peristiwa tersebut. Sang istri tidak marah sama sekali bahkan dia mengambil hikmah dari cerita suaminya tersebut. Sang istri berkata “ wahai suamiku karena ketaqwaanmu pada Allah, engkau meninggalkan terong yang haram bagimu, kini terongnya milikmud dan bukan hanya terongnya yang menjadi milikmu, panci terongnya, dapurnya, rumahnya dan pemilik rumahnya jadi milikmu karena ketaqwaanmu. Hanya hitungan detik semuanya jadi milikmu.


Dikutip dari : Ceramah Ustad Khalid                                             Basalamah
Pengirim       : Ronaa Nisa'us Sholikhah
 


 

2 komentar:

  1. Hikmah nya diambil dari ketakwaan laki2 itu.. Dari ketakwaan nya menjauhi apa yang dilarang oleh Allah, dia mendapatkan kenikmatan..

    BalasHapus