Sabtu, 26 November 2016

Jingga di Mata Mamak

Jingga di Mata Mamak
( oleh : Rinai )

 Menerawang jauh dibalik senja
 Kutemukan senyummu begitu jingga
 Ranum merona


 Menerawang jauh dibalik senyum
 Kutemukan retinamu jauh lebih jingga
 Ranum merana


 Menerawang jauh dibalik retina
 Kutemukan rindu paling hening
 Membisu dalam sepi
 Membeku dalam sunyi


Saat kalimat terkunci
Terbelenggu dalam gugu
Terpeerangkap dalam sesak
Rindu hanya butuh air mata


 Puan...
 Padamu...
 Rinduku pun merinai


       
  Pada bunga yang dihujani kepak rama-rama
  Kutitipkan semerbak do'a
  Pada mentari yang menguapkan  embun diujung dedaunan
  Kutitipkan peluk hangat.







Ksatria Waktu

( oleh : Rinai )




 Ketika angin berbisik 
 Kita tak perlu jatuh lalu rebah ditanah
 Ketika matahari berkoar
 Kita tak perlu menguap lalu lenyap
 Karena kita bukan embun
 Yang ditakdirkan hanya untuk melewati pagi


 Ketika gelap bertandang
 Kita tak perlu tenggelam lalu hilang
 Ketika sunyi menghampiri
 Kita tak perlu redup lalu padam
 Karena kita bukan matahari
 Yang ditakdirkan hanya untuk melewati siang



 Jangan merasa terbunuh pagi
 Jangan merasa merenggut fajar
 Karena kita bukan rembulan
 Yang ditakdirkan hanya untuk melewati malam



 Kita...
 Pemenang dalam segala dimensi waktu..
 



0 komentar:

Posting Komentar