Prof.Dr.H.Muhammad Quraish Shihab
Pakar Tafsir Quran yang Mampu Memadukan Ilmu Agama dengan Peradaban Modern
Pakar Tafsir Quran yang Mampu Memadukan Ilmu Agama dengan Peradaban Modern
| Sumber : Profilbos.com |
Ditengah
berkecamuknya pemikiran-pemikiran yang masuk, juga diantara berbagai perang
pemahaman yang terus berlanjut dan pengeringan nilai-nilai agama yang dirasakan
masyarakat modern saat ini, Umat Islam dirasa sangat penting bisa memposisikan
semua itu sesuai porsinya, mengingat zaman sekarang teknologi berkembang sangat
pesat, bukan lagi saatnya bagi kita umat muslim menjauhi itu semua, peradaban
modern harus siap kita hadapi. Berikut akan dipaparkan seorang tokoh yang mampu
memposisikan itu semua, yakni agama dan perkembangan zaman diletakan dalam
posisi yang pas dan tepat. Beliau lah Quraish Shihab, pakar tafsir modern asal
Indonesia yang senantiasa mengabdikan Ilmunya untuk Bangsa.
Latar Belakang Kehidupan Beliau
Prof.Dr.H.Muhammad
Quraish Shihab,MA ( lahir di Rappang,Sulawesi Selatan, 16 Februari 1944; umur
73 tahun) adalah seorang cendekiawan muslim dalam ilmu-ilmu Al Quran. Ia
berasal dari keluarga keturunan Arab keturunan Arab Quraisy-bugis yang
terpelajar. Ayahnya Prof.Abdurrahman Shihab adalah seorang ulama dan guru besar
dalam bidang tafsir. Sebagai putra dari seorang guru besar, Quraish Shihab
mendapatkan motivasi awal dan benih kecintaan terhadap bidang studi tafsir dari
ayahnya yang sering mengajak anak-anaknya duduk bersama setelah maghrib. Pada
saat-saat seperti inilah sang ayah menyampaikan nasihatnya yang kebanyakan
berupa ayat-ayat Al-quran. Quraish kecil telah menjalani pergumulan dan
kecintaan terhadap Al-quran sejak umur 6-7 tahun. Disinilah benih-benih
kecintaannya kepada Al-quran mulai tumbuh.
Pendidikan
formalnya di Makassar mulai dari tingkat sekolah dasar sampai kelas 2 SMP.
Setelah itu ayahnya mengirimnya ke Malang untuk mesantren di PP Darul Hadits Al
Faqihiyah. Berbekal mahir berbahasa Arab, setelah 2 tahun ia mesantren disana,
ia dikirim ayahnya ke Kairo untuk melanjutkan sekolah disana (di Mesir namanya I’dadiyah
setingkat dengan Tsanawiyah). Setelah itu ia melanjutkan studinya di
Universitas Al-Azhar Kairo pada Fakultas Ushuludin dengan mengambil jurusan
Tafsir Hadits.
Pada
tahun 1967 ia meraih gelar LC. Dua tahun kemudian mendapatkan gelar M.A pada
jurusan yang sama dengan tesis berjudul al-Ijaz at-Tasyriil al-Quran alkarim
(kemukjizatan alquran dari segi Hukum). Untuk mewujudkan cita-citanya, ia tidak
hanya berhenti disitu, setelah beberapa tahun dipanggil ayahnya kembali ke
Sulawesi Selatan untuk menjadi wakil rektor IAIN Alaudin, Ia pun kembali melanjutkan studi S3
nya di almamater tercinta di Al Azhar Kairo. 2 tahun diselesaikannya masa-masa
S3 nya itu dan meraih gelar Doktor dengan predikat penghargaan Mumtaz ma’a
martabah asy-syaraf al-Ula (summa cumlaude).
Kembali ke Negeri dan Pengabdiannya Untuk
Bangsa
Tahun 1984 adalah
babak baru tahap kedua bagi Quraish Shihab untuk melanjutkan kariernya. Untuk
itu ia pindah tugas dari IAIN Makassar ke Fakultas Ushuludin IAIN Syarif
Hidayatullah. Disini ia aktif mengajar bidang tafsir dan Ulum al Quran di
program S1,S2 dan S3 sampai tahun 1998. Disamping melaksanakan tugas pokoknya
sebagai dosen, ia juga dipercaya menduduki jabatan sebagai Rektor IAIN Syarif
Hidayatullah selama dua periode (1992-1996 dan 1997-1998). Setelah itu ia
dipercayai sebagai Menteri Agama pada masa Soeharto.
Disamping
kegiatan tersebut diatas, M.Quraish Shihab juga dikenal sebagai penulis dan
penceramah yang handal. Quraish Shihab memang bukan satu-satunya pakar Alquran
di Indonesia, tetapi kemampuannya menerjemahkan dan menyampaikan pesan-pesan
Al-Quran dalam Konteks kekinian dan masa post modern membuatnya lebih dikenal
dan lebih unggul daripada pakar Al-Quran lainnya.
Quraish
Shihab adalah seorang ahli Tafsir yang pendidik. Keahliannya dalam bidang
Tafsir tersebut untuk diabdikan dalam bentuk pendidikan. kedudukannya sebagai
pembantu Rektor, Rektor, Menteri Agama, Ketua MUI, Staf ahli Mendikbud, anggota
Badan Pertimbangan Pendidikan, menulis karya Ilmiah dan Ceramah erat kaitannya
dengan pendidikan, ini menunjukan bukti pengabdiannya terhadap bangsa yang
sangat besar, khususnya dalam bidang pendidikan agama. Quraish Shihab orangnya
sederhana, tawadhu, sayang kepada semua orang, jujur, amanah dan tegas dalam
prinsip. Beliau adalah seorang Ulama yang memanfaatkan keahliannya untuk
mendidik Umat.
Ada
yang menarik ketika kita membaca riwayat kisah hidup beliau, banyak kalangan
yang menilai, panggilan habib dan kiai seharusnya layak disandang Prof.H.M
Quraish Shihab. Secara istilah dan keilmuan, tidak ada yang meragukan penulis Tafsir
Al Misbah ini. Namun secara pribadi, mufassir yang dikenal luas ini tidak mau
dipanggil habib dan kiai. Kenapa?
Dalam
buku cahaya, cinta dan canda Quraish Shihab terbitan lentera hati yang ditulis
Mauluddin Anwar dan kawan-kawan, dijelaskan soal urusan habib dan kiai
tersebut. Pendiri Pusat studi Al Quran (PSQ) ini hanya mau dipanggil habib oleh
cucunya saja, karena lebih cocok berdasarkan artinya.
Dalam
bahasa Arab, habib berakar dari kata cinta. Jadi habib berarti “yang mencintai”
atau bisa juga “yang dicintai”. Tetapi kemudian maknanya berkembang menjadi
suatu istilah, habib adalah orang teladan, orang baik yang berpengetahuan, dan
seorang yang mempunyai hubungan dengan Rasulullah.
Alasan
itulah yang membuat Quraish menolak dipanggil habib. Padahal, sebagai orang
yang menghabiskan usia bergelut dengan ilmu pengetahuan, Quraish layak mendapat
gelar itu. Tapi ia berkukuh tetap menolak. Semata-mata karena “itu mengandung
unsur pujian”
Baginya,
gelar Habib tidak perlu diberikan kepada sembarang orang. Sebangun dengan gelar
kesarjanaan, yang harus ada usaha untuk mendapatkannya, maka habib pun harus
ada usaha, terutama dari akhlaqnya.
Nama
Quraish Shihab masuk dalam daftar ‘500 Muslim Paling Berpengaruh di Dunia’
dalam situs themuslim500.com namanya tertuang berkat jasa-jasanya dalam
mengembangkan Ilmu keislaman dalam beragam kegiatan, Karya-karyanya tentang
agama sesuai dengan konteks zaman sekarang, sehingga mudah diterima dan dicerna
oleh berbagai kalangan masyarakat.
Sumber:
id.m.Wikipedia.org
Nu.or.id(NU online)
‘Biografi
penulis’ dari beberapa karya beliau
Dll.
Oleh :
Tubagus Syafiq
Tubagus Syafiq
0 komentar:
Posting Komentar