Kamis, 08 Desember 2016

Saatnya Move On ke Biogas

Di masa sekarang ini, masyarakat Indonesia masih bergantung terhadap bahan bakar fosil. Tingginya angka kendaraan bermotor adalah salah satu faktor terjadinya ketergantungan tersebut. Disisi lain kebutuhan rumah tangga juga masih didominasi bahan bakar fosil seperti gas dan minyak tanah. Oleh karena itu stok bahan bakar fosil di bumi ini semakin berkurang. Padahal, kita semua tahu bahwa bahan bakar fosil adalah bahan bakar yang bersifat unrenewable. Selain itu, penggunaan dan pengeksploitasian bahan bakar fosil yang berlebihan dapat berdampak buruk pada lingkungan. Bukti nyata dari hal tersebut adalah naiknya suhu di bumi ini akibat asap kendaraan bermotor dan asap pabrik. Jika fenomena ini terus berlanjut, es di kutub utara dan selatan akan mencair sehingga volume air laut meningkat yang mengakibatkan volume daratan dibumi akan terus berkurang.
Untungnya para ilmuan tak henti-hentinya memutar otak untuk mengatasi permasalahan ini. Salah satu penemuan mereka ialah energi renewable yang ramah lingkungan yakni biogas. Biogas adalah gas yang dihasilkan oleh proses fermentasi dari bahan-bahan organik, termasuk kotoran manusia dan hewan, limbah rumah tangga, dan sampah-sampah organik secara anaerob. Biogas dapat digunakan sebagai bahan bakar dan juga dapat menghasilkan listrik. Ada beberapa alasan mengapa biogas merupakan bahan bakar alternatif terbaik, di antaranya biogas memproduksi bahan bakar ramah lingkungan, biogas memiliki kandungan energi dalam jumlah yang besar, dan limbah biogas dapat dimanfaatkan sebagai pupuk.
Biogas ramah terhadap lingkungan dikarenakan bahan dasarnya yang terdiri dari bahan-bahan organik. Selain itu, penggunaan biogas juga bisa mencegah resiko terjadinya global warming. Sebab, gas metana dalam biogas bisa terbakar sempurna dan juga kandungan karbon dalam biogas merupakan karbon yang diambil dari atmosfer oleh fotosintesis tanaman, sehingga bila dilepaskan lagi ke atmosfer tidak akan menambah jumlah karbon. Sebaliknya, gas metana dan karbon dalam bahan bakar fosil tidak bisa terbakar sempurna, sehingga  dapat membahayakan lingkungan. Seperti kita ketahui, metana dan karbon termasuk dalam gas-gas rumah kaca yang bisa menyebabkan global warming. Oleh karena itu penggunaan biogas dapat mencegah resiko terjadinya global warming.
Dari segi energi yang dihasilkan, biogas memiliki nilai kalori sekitar 6000 watt/jam setiap 1 m3 biogas, setara dengan setengah liter minyak diesel. Oleh karena itu biogas sangat cocok menggantikan minyak tanah, LPG, butana, batu bara, dan bahan bakar fosil lainnya. Biogas mengandung 75% metana. Semakin tinggi kandungan metana dalam bahan bakar, semakin besar kalor yang dihasilkan. Oleh karena itu, biogas juga memiliki karakteristik yang sama dengan bahan bakar fosil. Sehingga jika biogas diolah dengan benar, biogas bisa digunakan untuk menggantikan bahan bakar fosil. Dengan demikian jumlah bahan bakar fosil di alam bisa dihemat.
Keuntungan lain dari biogas, yakni limbahnya bisa dijadikan pupuk. Limbah biogas, yaitu kotoran ternak yang telah hilang gasnya (slurry) merupakan pupuk organik yang kaya akan unsur-unsur yang sangat dibutuhkan tanaman. Bahkan, unsur-unsur tertentu seperti protein, selulose, dan lignin merupakan unsur-unsur yang tidak bisa diperoleh dari pupuk kimia. Dengan demikian kita bisa mengurangi anggaran untuk membeli pupuk.
Dari alasan-alasan diatas dapat disimpulkan bahwa biogas merupakan bahan bakar alternatif yang pas untuk masyarakat Indonesia terutama bagi yang mata pencahariaannya bertani dan berternak. Bagi para petani, pupuk dari limbah biogas dapat digunakan sebagai pengganti pupuk kimia. Selain ramah lingkungan, pupuk biogas lebih murah dibanding dengan pupuk kimia. Sedangkan bagi para peternak, selain mendapat keuntungan dari hasil ternaknya, mereka juga mendapat keuntungan dari kotoran ternaknya yang dapat diproses menjadi biogas, sehingga mereka dapat menghemat biaya untuk membeli bahan bakar fosil.
Oleh karena itu, kami sebagai penulis berharap pemerintah segera melaksanakan penyuluhan – penyuluhan tentang keuntungan menggunakan biogas serta cara pengolahannya. Dengan demikian, penggunaan biogas di Indonesia akan semakin meningkat. Sebaliknya, penggunaan bahan bakar fosil di Indonesia akan semakin berkurang. Sehingga dampak pemanasan global akan semakin berkurang dan bumi kita yang rusak ini akan berangsur pulih.

Ditulis oleh     :
1.      I Made Cahyana Budi Triwibawa
2.      Muhammad Izzul Haq Zain

3.      Rizaldy Choirul Ardiansyah

0 komentar:

Posting Komentar