Minggu, 04 Juni 2017

Puisi Ramadhan

INDAH RAMADHAN

Ada sekuntum hari
Wanginya mengharumi bumi
Saat itulah kemurahan sang Khalik berlimpah
Menyatu pada segala inti hidup

Adalah Ramadhan
Ia bertelaga bening
Airnya mutiara maghfirah
Gerincingnya dzikir dan tadarus
Tepiannya doa lemah lembut, llirih dan pasrah
Siapa tak ingin jadi ikannya?
Mari berenang dengan kesunyian nafsu
Agar setiap sirip kita tak patah sia-sia

Ia rahasia
Tak sekedar lapar dahaga
Tapi itulah sesungguhnya hakikat cinta
Dan salah satu cara bertegur sapa dengan Allah
Karena dengan lapar dan haus
Kita lebih bisa menyadari bahwa kita tak berpunya
Bisa lebih memahami
Bahwa kita tak lebih dari sebutir debu
Diantara keMaha luasan-Nya
Ia sepantasnya dirindukan
Karena ia lebih


Lubuk Ramadhan

Semerbak aroma hembusan suasana Ramadhan
Lantunan ayat suci yang merangkul lubuk hati
Kau bangkitkan makhluk bumi
Tuk menikmati indahnya langit malam

Cahaya-Mu yang maha terang
Menuntunku menyambut datangnya Ramadhan
                                          Alunan Qur’an-Mu begitu anggun 
Merasuk masuk dalan setiap lubuk
                                                               
Seluruh makhluk bersujud
Menyembah sang maha Satu
Mengadu dikala tahajjud
Mengharap ridho-Mu wahai Tuhanku

Merajut setiap keping kalbu berjatuh
Tuk jadi indah sebuah hati yang utuh
Menata hati terbimbang terpendam
Menyambut bulan penuh keberkahan

 by Amalia Nurtika



0 komentar:

Posting Komentar