Jingga di Mata Mamak
( oleh : Rinai )
Menerawang jauh dibalik senja
Kutemukan senyummu begitu jingga
Ranum merona
Menerawang jauh dibalik senyum
Kutemukan retinamu jauh lebih jingga
Ranum merana
Menerawang jauh dibalik retina
Kutemukan rindu paling hening
Membisu dalam sepi
Membeku dalam sunyi
Saat kalimat terkunci
Terbelenggu dalam gugu
Terpeerangkap dalam sesak
Rindu hanya butuh air mata
Puan...
Padamu...
Rinduku pun merinai
Pada bunga yang dihujani kepak rama-rama
Kutitipkan semerbak do'a
Pada mentari yang menguapkan embun diujung dedaunan
Kutitipkan peluk hangat.
Ksatria Waktu
( oleh : Rinai )
Ketika angin berbisik
Kita tak perlu jatuh lalu rebah ditanah
Ketika matahari berkoar
Kita tak perlu menguap lalu lenyap
Karena kita bukan embun
Yang ditakdirkan hanya untuk melewati pagi
Ketika gelap bertandang
Kita tak perlu tenggelam lalu hilang
Ketika sunyi menghampiri
Kita tak perlu redup lalu padam
Karena kita bukan matahari
Yang ditakdirkan hanya untuk melewati siang
Jangan merasa terbunuh pagi
Jangan merasa merenggut fajar
Karena kita bukan rembulan
Yang ditakdirkan hanya untuk melewati malam
Kita...
Pemenang dalam segala dimensi waktu..